Desa Bengkala sekarang dipimpinan oleh I Made Astika (Prebekel), Klian Desa Pakraman I Made Cincin. Sekilas tentang lokasi Desa Bengkala, di bagian utara berbatasan dengan desa kubutambahan dan Br. Sema Bungkulan. Bagian timur berbatasan dengan desa Bila (Prigi) dan bagian selatan berbatasan desa Bila, bangian barat berbatasan dengan tukad daya (desa Sawan, Menyali, Jagararaga). Jalan utama menuju desa Bengkala bila dari Kota Singaraja melalui Desa Bungkulan, Kubutambahan (Jln. Raya Kintamani – Batur).
Semangat masyarakat Desa Pekraman Bengkala untuk membangun desa patut diacungi jempol hal ini bisa dilihat dari perubahan suasana dan penampilan desa yang sekarang ini sangat berbeda dari masa lalu. Bila kita masuk ke desa di simpang tiga menuju desa berdiri dengan megah GAPURA DESA dengan pilar-pilar yang kokoh, menyambut kita menuju pusat desa. Setiba di pusat desa coba kita melihat PURA BALE AGUNG, sudah berubah dengan penampilan yang baru pagar sebelah timur dan utara sudah dihiasi dengan ukiran dari bias melila, candi bentar, paduraksa, umah gong, piasan dan dasar pelinggih di jeroan semua sudah direnovasi dengan hiasan dari bias melila juga. Kembali ke pusat desa, pada BALE MASYARAKAT juga sudah berubah, plafond diganti dengan gedeg kulit dan lantai diganti dengan keramik bila kita duduk-duduk di bale masyarakat sudah tidak takut kotor lagi seperti dulu, tentunya lantai yang bagus harus di sapu setiap waktu agar tetap terjaga kebersihannya.

Pernah membayangkan bila kita mandi kesungai yang jauhnya kurang lebih 600 meter kebawah dengan melewati tebing dan tanjakan-tanjakan yang lumayan melelahkan, itu dulu..., sekarang bila ingin mandi ke sungai tidak akan lelah lagi karena bisa mengendarai sepeda atau mobil kesungai karena jalan ke sungai sudah bagus dan di aspal, ya.... inikan berkat semangat dari masyarakat bergotong-royong yang dikomando oleh perangkat desa (Pemdes, BPD, Pengurus ADAT dan tokoh-tokoh masyarakat). Pelinggih yang ada di sungai sudah dibuatkan tempat yang baik di sisi timur dengan halaman yang cukup luas. Sambil berendam disungai, bisa menikmati indahnya pemandangan tebing-tebing dan dinginnya air sungai “ Tukad Daya”.
Dulu desaku terkenal dengan susahnya mendapat air bersih di era tahun 80-an, mandi, cuci, dan masak bahkan air minum diperoleh dari air “Telabah” air yang dipakai pengairan untuk sawah yang dialirkan dari bendungan tukad daya melewati desa Tamblang dan desa Bila sudah barang tentu bermacam-macam bahan campuran (sampah, limbah rumah tangga dll) ikut terbawa air sampai di desa Bengkala, itulah yang digunakan masyarakat untuk kegiatan sehari-hari. BERSYUKUR sekarang air itu sudah tidak ada, sudah digantikan dengan air yang sangat baik kualitasnya dari sumber mata air di Desa Sawan dan Desa Pakisan, dengan program kegiatan Bantuan PPK tahun 2000 s/d 2005 air bisa dialirkan sampai di desa Bengkala bahkan sekarang sudah tinggal buka kran di masing-masing rumah penduduk air mengalir. Selamat atas perjuangan Panitia Air Desa (UPS), BPD, Pemdes, Seluruh masyarakat yang telah bahu membahu bergotong royong.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar